Rabu, 21 November 2018

Diduga Korban Pembunuhan, Rahayu Tewas Bersimbah Darah

 Diduga Korban Pembunuhan, Rahayu Tewas Bersimbah Darah

Rahayu (35) tewas bersimbah darah di rumahnya di Kampung Tangkil, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (21/11/2018).

Belum diketahui pasti penyebab tewasnya korban.

Namun polisi menduga Rahayu adalah korban pembunuhan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Caringin Iptu Yunli Pangestu mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), di tubuh korban ditemukan bekas luka kekerasan.

Yunli menuturkan, jasad korban langsung dibawa ke RS Ciawi untuk kepentingan otopsi.

"Hasil penyelidikan sementara tidak ada barang yang hilang," kata Yunli saat dikonfirmasi. Yunli menambahkan, korban pertama kali diketahui sudah tak bernyawa oleh ayahnya.

Korban yang mengenakan kaos berwarna ungu itu ditemukan dalam posisi terlentang di lantai dekat tempat tidur. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Di bagian wajah dilumuri bercak darah hingga berceceran ke lantai keramik.

"Dari keterangan ayahnya, saat kejadian korban sedang sendirian di rumah," sebutnya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi sejauh ini sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Motif Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Disimpan di Lemari Terungkap, Dipicu Pembagian Tidak Rata

 Motif Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Disimpan di Lemari Terungkap, Dipicu Pembagian Tidak Rata

Polisi saat ini telah mengamankan dua orang pelaku pembunuhan Ciktuti Iin Puspita yang ditemukan tewas di dalam lemari kamar kosannya pada Selasa (20/11/2018).

Korban Ciktuti Iin Puspita ditemukan tewas di dalam lemari dengan kondisi penuh luka.

Penemuan jasad Ciktuti Iin Puspita yang ditemukan tewas di dalam lemari ditemukan oleh pembantu yang bekerja di rumah Kost 21 yang beralamat di Jalan Mampangprapatan VIII Gang Senang Kompleks Bapenas RT 03 RW 01, Tegal Parang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan.

Tewasnya wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu itu diduga karena masalah uang.

Dua orang yang diduga pelaku pembunuhan pun saat ini telah diamankan polisi saat melintas di Kabupaten Merangin, ketika hendak melarikan diri ke Padang, Sumatera Barat, Selasa (20/11/2018) sore.

Terduga adalah NR (17) dan Y (24), sepasang kekasih yang tinggal di Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar mengungkapkan, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi termasuk rekaman kamera CCTV, pihaknya menemukan titik terang terduga pelaku pembunuhan. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

Polisi pun melacak keberadaan pelaku. Ternyata, pelaku sudah kabur ke daerah Jambi.

"Jadi kemudian kita melakukan pendalaman ternyata kita tahu bahwa keberadaan pelaku ada di wilayah hukum Polres Marangi, Polda Jambi," ujar Kombes Indra Jafar, Selasa (20/11/2018).

Pelaku dua orang yakni lelaki berinisial IYP dan perempuan berinisial R diamankan pukul 17.30 saat berada di perjalanan, sebut Kombes Indra.

Kombes Indra menyebut, dua orang tersebut sebelumnya sempat bertamu dan menginap di kamar kos korban.

"Untuk kondisi korban, ada luka di bagian kepala karena pukulan benda tumpul. Tapi untuk lebih detilnya kita tunggu hasil dari autopsi. Nanti dari forensik akan mengidentifikasi lebih jauh, hasilnya kita lihat dari labnya sehingga nanti kita cocokan dan kita sesuaikan hasil keterangan saksi-saksi kemudian juga tersngka yang sudah kita amankan," imbuh Indra.

Indra memastikan pihaknya akan segera menjemput kedua pelaku di Jambi untuk menghadapi proses hukum atas perbuatannya.

"Secepatnya akan kita bawa ke Jakarta untuk diproses," ujarnya

Sementara itu, korban diketahui bukan penghuni baru dirumah kos yang biaya sewanya sebesar Rp 2 Jutaan perbulan itu.

Iin diketahui sudah tiga tahun menghuni rumah kost yang terbilang mewah tersebut.

Sebab, setiap kamar dilengkapi pendingin ruangan, lemari, dan kamar mandi.

Iin dikenal sebagai perempuan berparas cantik dengan kulit putih dan tubuh semampai.

Ketua RT 03 Hajah Mamnun mengatakan, Iin bersama beberapa temannya sering terlihat sekitar pukul 19.00, saat ia hendak berangkat ke tempat kerjanya.

"Kalau habis maghrib dia naik ojek online ke tempat kerjanya. Saya tidak kenal baik dia, karena dia sering tidak berada di kos meskipun dia orang lama di kos itu," kata Hajah Mamnun ditemui Warta Kota dikediamannya.

Ia bilang, Iin berasal dari daerah Sumatera Selatan dan kerap membawa pempek sebagai oleh-oleh untuk penjaga kos usai pulang ke kampung halaman.

"Kalau soal kehidupan pribadinya lebih jauh saya tidak tahu. Karena dia juga tidak pernah bikin surat izin tinggal sementara kepada saya," imbuhnya. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Melansir Tribun Jambi, pembunuhan tersebut dilakukan karena keduanya kesal ditipu korban.

Kepada petugas, Y mengatakan pada malam kejadian, Senin (19/11/2018), korban pulang ke indekosnya sembari marah-marah dan bertengkar hebat dengan pacarnya.

Pertengkaran itu dipicu masalah uang cas. NR yang juga bekerja sebagai wanita pendamping tamu klub malam itu, dijanjikan uang cas Rp 1,2 juta oleh korban. Tapi, nyatanya NR hanya diberi Rp 500 ribu.

Kesal dengan pertengkaran itu, Y kemudian memukul korban dengan sebuah palu di bagian kepalanya. Karena pukulan itu, korban mengeluarkan banyak darah.

Diduga kehabisan darah, akhirnya korban tewas di tempat.

Karena panik, kedua pelaku mencoba menyembunyikan korban di dalam lemari pakaian.

Tak lama kemudian, kedua pelaku melarikan diri menggunakan bus antar kota antar provinsi dengan tujuan Padang, Sumatera Barat.

Hal itupun dibenarkan oleh Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya.

"Saat ini pelaku masih di Polres Merangin. Rencana hari ini akan kita antar ke Jakarta," bilang Kapolres.

Selasa, 20 November 2018

Sungai Logawa Banyumas Berubah Warna Jadi Merah Darah

 Sungai Logawa Banyumas Berubah Warna Jadi Merah Darah

Jalan raya Karanglewas-Purwokerto mendadak macet, Senin sore (19/11).

Sungai Logawa Banyumas berubah warna jadi merah darah.

Para pengendara banyak yang menepikan kendaraannya di jembatan sungai Logawa Karanglewas.

Mereka ramai-ramai turun ke tepi sungai dan tak memedulikan kemacetan yang terjadi.

Ada yang aneh pada kondisi air sungai Logawa hingga membuat mereka penasaran. Sungai Logawa yang berhulu di lereng Gunung Slamet itu mendadak berubah warna.

Air sungai yang mulanya bewarna kehijauan berubah memerah seperti warna darah.

"Sampai macet karena banyak yang mau melihat air sungai merah,"kata Agus Setiawan Ketua ORARI Banyumas. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

Fenomena itu tak ayal menimbulkan tanda tanya. Banyak yang mempertanyakan penyebab air sungai berubah warna menjadi merah darah.

Ada yang menduga perubahan warna air sungai itu karena limbah tekstil. Tetapi rupanya tidak ada pabrik tekstil di komplek tersebut.

Di lain sisi, Agus yakin warna merah pada air sungai itu bukan karena tumpahan darah meski warnanya mirip.

"Kalau darah kan berat ya, ini tidak," katanya.

Perbincangan mengenai fenomena itu meluas hingga ke dunia maya atau media sosial.

Warga ramai-ramai mengunggah pemandangan langka itu di media sosial hingga memicu silang pendapat.

Yakin Angel Lelga Tak Berzina, Farhat Abbas Akan Pidanakan Vicky Prasetyo

 Yakin Angel Lelga Tak Berzina, Farhat Abbas Akan Pidanakan Vicky Prasetyo

Angel Lelga gandeng Farhat Abbas sebagai kuasa hukumnya, setelah aksi penggerebekan oleh Vicky Prasetyo.

Angel Lelga memilih Farhat Abbas untuk melawan Vicky Prasetyo yang telah menggerebek rumahnya dan menuduhnya berzina dengan Fiki Alman.

Melalui instagram, Farhat Abbas mengumumkan kalau dirinya akan menjadi pengacara Angel Lelga dan akan membantunya melawan keluarga Vicky Prasetyo.

Farhat Abbas pun menyinggung soal kasus pencurian keluarga Vicky Prasetyo senilai Rp 200 juta yang diketahui Angel Lelga. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

"Halo, saat ini saya bersama dengan Angel. Angel ini adalah saksi kunci saya tentang pencurian keluarga Vicky.

Ibunya terutama yang di mana dulu uang berlian yang harganya Rp 200 juta itu ada di tangah mereka dan siap-siap saja mereka untuk masuk ke penjara mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Farhat Abbas.

Lalu ia mengatakan kalau penggerebekkan dan tudingan perzinaan yang ditujukan pada Angel Lelga serta Fiki Alman hanya akal-akalan keluarga Vicky Prasetyo.

"Saya yakin kamu tidak berzinah dan saya yakin ini adalah rekayasa daripada Vicky dan keluarganya," ucap Farhat.

Farhat Abbas pun menjelaskan kalau Fiki Alman bisa berada di kamar Angel Lelga bukan untuk berbuat zina.

Angel Lelga dan Fiki Alman mengaku berusaha sembunyi di dalam kamar lantaran takut dikeroyok serta dihakimi warga yang tak tahu kebenarannya.

"Di mana mas ini (Fiki Alman) sebenarnya bukan di dalam kamar tapi ingin bersembunyi daripada digebukin mereka. Justru mereka yang dilaporkan karena merusak rumah dan mempermalukan," ujar Farhat Abbas.

Selain Farhat Abbas, Angel Lelga juga menggandeng pengacara I Nyoman Adi Peri sebagai kuasa hukumnya. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Dikutip dari Kompas.com, I Nyoman menceritakan kronologi penggerebekan Vicky Prasetyo di rumah Angel Lelga, kliennya.

"Fiki Alman awalnya bertamu ke rumah Angel sekitar jam 8-9an sama suami-istri dan anak satu, sama Fiki, jadi berempat. Ini menurut keterangan kemarin dari Angel dan Vicky," kata I Nyoman.

Setelah itu Angel Lelga kembali memanggil Fiki Alman ke rumahnya tengah malam karena merasa ada seseorang yang berusaha masuk.

Tak lama, Vicky Prasetyo datang membawa warga, Ketua RT dan awak media lalu berteriak menuding Angel Lelga berzina.

"Karena kan waktu setelah bertamu mereka pulang jam 11, terus Angel ada perasaan tidak enak, kok ada suara yang mencurigakan."


"Jam 1 Angel telepon Fiki Alman suruh datang, pas datang dilihat Angel di CCTV ada orang loncat pagar, engga lama ada suara Vicky. Karena ada suara 'telanjangin aja' makanya dia bertahan di dalam kamar," jelasnya.

Selain keterangan dari kuasa hukum Angel Lelga, beredar pula bukti chatting-nya dengan sahabatnya setelah aksi penggerebekkan.


Awalnya sahabat Angel Lelga menanyakan kebenaran kabar tentang dirinya dituding memasukkan lelaki lain di kamar dan melakukan zina.

Angel Lelga mengelak dan mengaku kalau dirinya hanya dijebak oleh Vicky Prasetyo.

Pasalnya Vicky Prasetyo memaksa masuk ke dalam rumahnya dengan sejumlah orang sambil membawa kamera.

Ia pun takut dikeroyok warga dan memilih bersembunyi di dalam kamar bersama Fiki Alman sampai polisi datang.

Sebelumnya Angel Lelga juga mengaku sempat mendapat pesan ancaman dari Vicky Prasetyo. Salah satunya Vicky mengancam merusak pencalonan Angel Lelga lantaran sakit hati tidak diterima dengan baik lagi.

Senin, 19 November 2018

Fakta Mayat di Drum, Pesan Terakhir ke Istri hingga Sederet Karier dari Wartawan sampai Pengusaha

 Fakta Mayat di Drum, Pesan Terakhir ke Istri hingga Sederet Karier dari Wartawan sampai Pengusaha

Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi (43) ditemukan tewas mengenaskan dalam sebuah drum di Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11/2018).

Dufi meninggalkan satu orang istri bernama Bayu Yuniarti Hendriani dan enam orang anak.

Berikut ini fakta-fakta penemuan mayat Dufi di dalam drum yang dirangkum:

Kronologi Penemuan

Dikutip dari Kompas.com, Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan jenazah Dufi pertama kali ditemukan oleh pemulung sampah, SA (56).

Pemulung tersebut awalnya mengira bahwa isi dalam drum tersebut adalah sampah.

Namun, setelah dibuka, SA kaget dan segera meminta bantuan ke warga.

"Dia (pemulung sampah) kaget karena melihat mayat di dalam drum itu. Dia berteriak dan minta bantuan ke warga sekitar," ucap Ita, Senin (19/11/2018).

Polisi pun segera mengidentifikasi korban dan menelpon keluarga Dufi.

Keluarga mulanya tidak menaruh curiga saat dihubungi pihak kepolisian, karena Dufi terbiasa bekerja di hari libur. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

Bahkan, keluarga mengira Dufi terlibat kasus kriminal.

Namun, kecurigaan tersebut luntur setelah polisi bertanya posisi keluarga yang tak kunjung datang.

"Tetapi enggak mungkin deh (terlibat kasus kriminal) karena polisi menunggu kami datang. Sampai di jalan, kami ditelepon, 'sudah sampai mana?' Diminta cepat, dari situ kami merasa ada yang enggak beres nih," ujar Muhammad Ali Ramdoni,

Pesan Terakhir Dufi ke Istri

Almarhum Dufi, terakhir kali mengirim kabar kepada istri pada Jumat (16/11/2018) sebelum ditemukan tewas.

Bayu, istri Dufi sempat bercerita pada adik Dufi yang dua hari tidak ada kabar.

"Saya ditelepon istri almarhum bahwa almarhum sudah dua hari enggak pulang," ujar Doni, adik Dufi.

Doni bercerita, Dufi sempat memberi kabar ke Bayu untuk memarkirkan mobilnya di stasiun.

"WA terakhir yang disampaikan kepada istrinya, bahwa beliau bilang 'Mah saya sudah di stasiun, mobil diparkir. Di mana? Rawabuntu.' Itu Jumat jam 09.30 WIB atau 10.00 WIB sempat komunikasi terakhir. Nah itu sudah tidak ada lagi setelah itu," ucap Doni.

Karier Dufi

Dufi dikenal kepala keluarga yang bekerja keras untuk keluarganya.

Sebelum meninggal ia sempat berkarier di sejumlah perusahaan media.

Tercatat ia pertama kali mengawali karier di Harian Rakyat Merdeka.

Lalu pindah ke Indopos dan beberapa media televisi seperti iNews dan Berita Satu.

Selain bekerja di perusahaan media, Dufi juga membuka usaha periklanan dengan nama PT Cahaya Gemilang. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Saat ini, Dufi telah dimakamkan di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Prosesi pemakaman itu disaksikan oleh keluarga dan kerabat Dufi yang berdiri mengelilingi liang lahat.

Keluarga pun tak kuasa melihat jenazah Dufi untuk terakhir kalinya.

Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian masih mengusut penyebab kematian Dufi.

Minggu, 18 November 2018

Pakpak Bharat Heboh Bupati Remigo Kena OTT KPK, Ini Nama-nama yang Ikut Terciduk

 Pakpak Bharat Heboh Bupati Remigo Kena OTT KPK, Ini Nama-nama yang Ikut Terciduk

Masyarakat Pakpak Bharat, heboh setelah Bupati Remigo Yolando Berutu terciduk dalam operasi tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (18/11/2018) dinihari.

Beberapa warung kopi di Salak, ibukota Pakpak Bharat tampak membahas penangkapan adik Bupati terpilih Kabupaten Dairi tersebut. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

Banyak masyarakat tidak menyangka berita yang menimpa ketua DPD Partai Demokrat Pakpak Bharat tersebut.

“Kita terkejut mendengar berita [Bupati ditangkap KPK],” kata Padang, salah satu warga di Pakpak Bharat.

Informasi yang dihimpun, bersama Remigo, KPK juga mengamankan Kepala Dinas PU David Karokaro, ajudan Bupati, Tri dan supir Kadis PU, Tanjung.

“Padahal, ajudan Bupati (Tri) ini masih baru ditempatkan di Pakpak Bharat. Dia dari IPDN,” ungkapnya.

Sementara, seorang warga bermarga Manik menyayangkan hal tersebut. Selama ini, dia menilai Bupati Pakpak Bharat memiliki gagasan baru dalam membangun daerah mereka.

“Kalau Bupati kita ini, memiliki jiwa yang revolusioner untuk membangun Pakpak Bharat,” sebutnya. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Pantauan di lapangan, tampak ada pro dan kontra di masyarakat, terkait penangkapan Bupati Pakpak Bharat oleh KPK. Ada yang bersukacita dan ada yang menyesalkan hal tersebut.

Sabtu, 17 November 2018

Ini yang Bakal Dilakukan Polisi jika Linggis Haris Simamora di Sungai Kalimalang Tak Ditemukan

 Ini yang Bakal Dilakukan Polisi jika Linggis Haris Simamora di Sungai Kalimalang Tak Ditemukan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya akan tetap membuat berita acara meski linggis yang diduga jadi alat tersangka Haris Simamora menghabisi nyawa keluarga Diperum Nainggolan.

"Kalau sudah kami cari tapi tidak ada, sudah ada aturan hukum yang mengatur, bisa kita buat berita acara pencarian barang bukti tidak ditemukan," kata Argo di Cikarang, Sabtu (17/11/2018).

Dia menambahkan, tujuan dilakukan pencarian barang bukti linggis ialah untuk menguatkan pengakuan tersangka yang melakukan pembunuhan terhadap Diperum Nainggolan dam istrinya Maya Boru Ambarita mengenakan alat tersebut.

“Harus dibuktikan menggunakan apa menurutnya. Kalau pake linggis kita cari linggisnya,” kata Argo.

Adapun tambah Argo, linggis yang digunakan Haris Simamora untuk menghabisi nyawa korban berukuran 80 centimeter.

"Dari pengakuan tersangka sekitar 80 centimeter,” kata Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menerjunkan satu tim penyelam yang terdiri dari enam orang untuk melakukan pencarian barang bukti linggis kasus pembunuhan yang dilakukan Haris Simamora terhadap empat anggota keluarga Diperum Nainggolan. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

Tima penyelaman berasal dari Direktorat Polisi Perairan (Dirpolair) Polda Metro Jaya. Selama kurang lebih dua jam pencarian, tim belum mampu menemukan barang bukti linggis tersebut.

Adapun sejumlah kendala yang terjadi yakni derasnya aliran arus Kalimalang, ditambah dasar kali yang berlumpur hingga menyulitkan jarak pandang, serta titik dibuangnya linggis terlalu dekat dengan pintu air hingga dikhawatirkan membahayakan penyelam.

Sejauh ini, belum dipastikan apakah proses pencarian barang bukti akan dilanjutkan kembali atau tidak, yang jelas, pihak Polair mengaku menunggu perintah dan siap diterjunkan kembali jika proses pencairan dilakukan lagi.

"Hari ini karena perkembangan tadi tambah sore tambah deres, nanti nunggu perintah dari komandan di Polda, nanti kita yang jelas secara teknis kita siap saja lakukan penyelaman," kata Iptu Ketut Suwastika salah satu penyelam Polair.

Jumat, 16 November 2018

Sembunyi di Medan, Tersangka Penikam Pedagang Rujak Ditangkap Jumat Dinihari

 Sembunyi di Medan, Tersangka Penikam Pedagang Rujak Ditangkap Jumat Dinihari

Satuan Reskrim Polres Siantara bekerjasama dengan personel Unit Jatanras Polda Sumut akhirnya meringkus Abdul Gofur, pelaku penikaman Dedi Wahyono, Jumat (16/11/2018) dinihari tadi.

Pria 44 tahun itu diringkus dari kediaman seorang teman keponakannya di Jalan Teratai, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Polonia, Kota Medan.

Informasi diperoleh, penangkapan berawal setelah personel Sat Reskrim Polres Siantar mendapat informasi bahwa Abdul Gafur bersembunyi di Medan, Kamis (15/11/2018) kemarin.

Selanjutnya tim Opsnal Polres Siantar dipimpin Kanit Jatanras Iptu Yuken Saragih berangkat ke Medan sekira pukul 22.00 Wib. Bandar Judi Poker Online

 http://temankartu.com/app/Default0.aspx?lang=id

“Personel tiba di Kota Medan pada hari Jumat (16/11/2018 ) sekitar pukul 01.00 Wib dan langsung berkoordinasi dengan Jatanras Polda Sumut yang dipimpin Panit Jatanras Subdit III Unit II Buncil dipimpin AKP Sastrawan Tarigan,” kata Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan, melalui Kasubag Humas, Iptu Resbon Gultom, Jumat (16/11/2018) sore.

Kemudian, pada Pukul 05.00 Wib, tim gabungan kemudian berhasil menangkap Abdul Gofur di rumah seorang teman dari keponakannya. Selanjutnya, polisi memboyong Abdul Gafur ke Mapolres Pematangsiantar Untuk Pemeriksaan lebih Lanjut.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan,” sebut Resbon. Atas perbuatannya, Abdul dijerat dengan pasal 338 subs 351 ayat 3.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP TP Butarbutar, membenarkan penangkapan Abdul Gafur saat ditemui di halaman Mapolres, Jumat (16/11/2018) siang.

Sudah kita tangkap. Sabar ya, masih diperiksa dia (Abdul). Nanti Wakapolres press release,” ujar Butarbutar sekira jam 13.00 Wib.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Abdul Gafur menikam Dedi Wahyono hingga tewas menyusul cekcok lantaran keduanya setelah saling bertatapan mata.

Meski begitu, hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab pertikaian yang terjadi di Jalan Vihara Belakang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar, Rabu (14/11//2018) pagi itu. Bandar Judi Togel Online

 http://teman4d.online/

Abdul Gafur kemudian melarikan diri usai menikam Dedi. Dia sempat dikejar warga, namun akhirnya berhasil meloloskan diri, sebelum ditangkap Kamis kemarin.